Sabtu, 12 Mei 2012

10 Tips Pemakaian Baterai Laptop agar Awet dan Tahan Lama

Umumnya baterai Laptop dibuat dari bahan Li-Ion yang mana Li-Ion ini memiliki umurnya berkisar antara 4-5 tahun. Semakin sering baterai di chargemaka umur baterai akan semakin pendek. Lalu bagaimana cara mempertahankan performa baterai laptop agar tetap berfungsi dengan baik? atau Bagaimana menjaga keawetan baterai laptop? Pertanyaan ini seringkali diutarakan oleh pengguna laptop, sebagaimana kita ketahui baterai laptop adalah salah satu element laptop yang mahal. Tips sederhana yang bisa dilakukan semua pengguna berikut ini mungkin dapat Anda terapkan.

1. Letakan laptop pada alas yang keras
Panas adalah salah satu musuh utama element baterai, jika Anda meletakan laptop pada alas yang soft seperti bantal misalnya maka panas yang keluar akan diserap.

2. Gunakan Listrik yang stabil
Ketika Anda melakukan charge baterai perhatikan listrik yang dikonsumsi oleh adaptor, hindari listrik yang bervoltase tidak stabil.

3. Haruskah baterai dicopot?
Jawabannya Ya dan Tidak. Jika laptop Anda dilengkapi dengan kempuan switch ketika baterai sudah terisi penuh maka langsung dialihkan ke daya adaptor, maka sebenarnya tidak perlu mencopot baterai, Namun jika tidak maka Anda bisa mencopot baterai dengan pertimbangan limetime elemen baterai. Perlu Anda pertimbangkan ketika akan mencopot baterai, apakah listrik ditempat Anda bagus? Karena ketika Anda tidak menggunakan baterai maka daya yang masuk murni berasal dari listrik dan jika listrik mati, maka laptop akan kehilangan daya.

4. Defrag Hard Disk
Lakukan defrag harddisk secara teratur, dengan defrag yang teratur maka kinerja harddisk akan lebih baik dan secara otomatis akan mengurangi beban baterai

5. Hibernate & Standby
Beralih lah ke Hibernate dan tinggalkan kebiasaan Standby

6. Harddisk & CDROM
Gunakan lebih banyak harddisk daripada menggunakan CDROM karena CDROM memakan daya yang lebih buruk dari pada harddisk

7. Kontak Baterai
Bersihkan kontak baterai Anda dengan kain yang dibasahi alkohol setiap sebulan sekali, agar transfer daya baterai tetap lancar.

8. Power Option
Gunakan pilihan Optimize, yang mana pilihan tersebut akan menggunakan maximum baterai untuk menampilkan effect maximal.

9. External Device
Jangan terlalu lama bekerja dengan external device, jika Anda menggunakan external harddisk sebaiknya file tersebut dipindahkan dan dialihkan kedalam harddisk. matikan Wifi, Bluetooth, atau external device lain jika tidak digunakan.

10. RAM
Lebih besar RAM lebih baik, mengapa? karena jika RAM terlalu kecil maka ketika menangangi pekerjaan besar akan meningkatkan kinerja virtual memory yang mana virtual memory ini mengkonsumsi daya yang lebih besar.

Semoga tips cara pemakaian baterai laptop diatas bermanfaat. Selamat Mencoba.

Read more: http://www.itv-gear.com/10-tips-cara-pemakaian-baterai-laptop-agar-awet-dan-tahan-lama.html#ixzz1uikv2bPT

Bahaya dibalik Mitos Mencopot Baterai Laptop

Assalamu'alaikum agan dan sista :D . . .

Pada kesempatan ini ane mau ngebahas nih tentang sebuah "mitos", dan mitosnya a da..... lah "melepas baterai laptop ketika sedang digunakan dalam keadaan dicharge akan membuat baterai lebih awet".... Benarkah mitos itu???

Menurut sebagian orang melepas baterai laptop saat dicharge akan membuat baterai laptop lebih "awet dan tahan lama", benarkah demikian? Mereka mengira bahwa arus yang dialirkan dari adapter terus mengalir ke baterai dan baterai terus menyuplai daya ke laptop.

 Sedangkan kita juga tahu bahwa semakin sering baterai melepas muatan dan diisi ulang, makin cepat juga baterai itu kehilangan daya muatnya. Mungkin dugaan seperti ini yang membuat orang khawatir akan umur baterainya. dan melakukan pelepasan baterai saat di digunakan sambil dicharge....Padahal sebenarnya tidak seperti itu gan.

Membiarkan laptop tetap terhubung adapter tanpa melepas baterai tidak akan merusak atau mempengaruhi umur baterai karena setiap baterai pada laptop sudah dirancang sedemikian rupa sehingga saat baterai sudah penuh atau 100% charged, baterai akan berhenti menerima energi. Dengan kata lain, energi yang dialirkan dari adapter akan di-bypass langsung menuju sistem power supply laptop.

Namun, ada kondisi dimana kita harus melepas baterai, yaitu saat laptop mengeluarkan panas berlebih. Misalnya saat laptop digunakan untuk pekerjaan berat terus menerus seperti menjalankan game. Saat hardware laptop mengeluarkan panas berlebih, panas tersebut akan turut memanasi baterai. Nah, panas inilah yang dapat merusak baterai.

Jadi, jelas sudah, kita tidak perlu melepas baterai laptop saat terhubung ke adapter pada penggunaan normal yang tidak menghasilkan panas berlebih. Sebaliknya saat laptop mengeluarkan panas berlebih, tentu melepas baterai laptop sangat diperlukan untuk memperpanjang umur baterai.

Salah satu alasan kenapa kita tidak perlu melepas baterai laptop saat memakainya sambil dicharge adalah daya listrik yang naik turun. bagi agan yang menggunakan Stavolt atau UPS saat charge laptop, mungkin hal ini tidak masalah, tapi bagi agan-agan yang ngecharge laptop tanpa stavolt atau UPS, saya sarankan tidak usah, karena kita tau sendiri Listrik PLN naik turun, sesuai dengan pemakaian konsumen yang banyak, kondisi listrik yang seperti ini dapat menimbulkan kerusakan pada hardware, tidak hanya laptop, semua barang elektronik lainnya tentu akan cepat mengalami kerusakan jika daya yang diterima langsung tanpa perantara batrai dan dengan kondisi listrik yang naik turun akan cepat mengalami gangguan. Apalagi kalo mati lampu mendadak gan, laptop akan langsung mati, beserta sistem-sistem yang sedang dijalankan. hal ini akan merusak sistem, bahkan bisa berakibat hilangnya atau rusaknya  file-file gan, dan Beresiko merusak Motherboard.

Nah jadi silahkan deh simpulkan sendiri... kamu kan udah gede..hahaha :D

Jumat, 11 Mei 2012

Mengunci Folder Tanpa Menggunakan Aplikasi

Setiap orang rata-rata memiliki file yang bersifat rahasia, yang benar-benar hanya ia seorang diri dan tidak menginginkan orang lain untuk mengetahui file tersebut. Ente punya file rahasia ga? hehehe... kaya data penting, daftar password, kalo ane sendiri sih paling password sama daftar utang...hahahaha :D

Nah, untuk nyimpen semua file penting itu kadang kita galau :D ... karna takut kalau kalau ada yang buka iu file... nah kali ini ane mau berbagi tips & trick nih tentang cara mudah mengunci/melock folder tanpa perlu menggunakan aplikasi apapun.

Ada cara mudah untuk menyembunyikan sekaligus menjaga file-file anda dari jangkauan orang lain yang mungkin sering menggunakan notebook milik anda. Tidak perlu mendownload dan menggunakan berbagai macam aplikasi dari internet. Langkah-langkahnya sebagai berikut :

    Buka notepad

    Copy script dibawah ini :

    @ECHO OFF

    Kunci Folder

    if EXIST "Control Panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}" goto UNLOCK

    if NOT EXIST Locker goto MDLOCKER

    :CONFIRM

    echo Apakah Anda ingin mengunci folder....?(Y/N)

    set/p "cho=>"

    if %cho%==Y goto LOCK

    if %cho%==y goto LOCK

    if %cho%==n goto END

    if %cho%==N goto END

    echo Invalid choice.

    goto CONFIRM

    :LOCK

    ren Locker "Control Panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}"

    attrib +h +s "Control panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}"

    echo Folder telah terkunci

    goto End

    :UNLOCK

    echo Masukkan password Anda

    set/p "pass=>"

    if NOT %pass%== PIN1234 goto FAIL

    attrib -h -s "Control Panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}"

    ren "Control Panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}" Locker

    echo Folder Unlocked successfully

    goto End

    :FAIL

    echo Invalid password

    goto end

    :MDLOCKER

    md Locker

    echo Folder berhasil di buat

    goto End

    :End

    Setelah script tersebut di copy, lalu di save as di direktori C atau D

    Pilih opsi “all files”

    Gunakan nama yang tidak menimbulkan kecurigaan

    Gunakan nama yang menggunakan format *.bat

    File locker telah selesai

Untuk menjalankan script tersebut, klik file yang berformat *.bat yang telah anda simpan. Akan muncul folder “locker” di direktori yang sama. Sekarang, anda dapat memindahkan file-file yang ingin ada rahasiakan ke dalam folder “locker” tersebut. Setelah file-file rahasia telah dipindahkan, buka sekali lagi file yang berformat *.bat tersebut, lalu akan muncul sebuah jendela CMD yang bertuliskan “Apakah Anda ingin mengunci folder….?(Y/N). Klik huruf “Y”, klik file berformat *.bat yang anda buat sekali lagi, lalu masukkan password “PIN1234”, dan folder “locker” dapat anda akses.

Untuk mengubah password PIN1234 dengan password yang anda inginkan, anda dapat merubahnya pada file diatas. Cukup dengan menghapus, dan memasukkan angka/huruf yang anda inginkan.

    Perhatian!!!

    Sebelum melakukan trik ini pada data penting, alangkah lebih baik jika anda mencobanya terlebih dahulu di folder percobaan karena beberapa pengunjung yang mencoba menggunakan trik ini mengalami masalah, termasuk data yang lenyap (Padahal hanya tersembunyi, selama anda belum pernah melakukan delete file massal atau format ulang hard disk drive).

Dengan ini, anda tidak perlu bingung lagi bagaimana menyembunyikan file-file yang anda khawatirkan jika dilihat oleh orang lain. Rahasia andapun semua dapat terjamin. Dan tidak memerlukan waktu yang lama untuk mengunduh bermacam-macam aplikasi.

Semoga bermanfaat dan selamat mencoba :)

Laporan Kas Kecil

Pengeluaran kas didalam prakteknya, tidak semua dapat dilakukan dengan menggunakan cek, karena untuk pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil, sangat tidak efektif bila dilakukan dengan menggunakan cek. Untuk itu perusahaan biasanya membentuk suatu dana khusus yang disebut dengan dana kas kecil ( Petty Cash Fund ).



Soemarso ( 2004 ) mendefinisikan dana kas kecil sebagai berikut :
”sejumlah uang tunai tertentu yang disisihkan dalam perusahaan dan digunakan untuk melayani pengeluaran-pengeluaran tertentu. Biasanya pengeluaran-pengeluran yang dilakukan melalui dana kas kecil adalah pengeluaran-pengeluaran yang jumlahnya tidak besar, pengeluaran-pengeluaran lain dilakukan dengan bank ( dengan cek )”.

Dari kutipan di atas jelas bahwa dana ini hanya diperuntukan bagi pengeluaran-pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil yang tidak mungkin dilakukan dengan menggunakan cek. Oleh sebab itu, perusahan perlu menetapkan mata anggaran apa saja yang bisa dibayarkan dengan menggunakan kas kecil, dan mata anggaran apa saja yang tidak bisa dilakukan dengan menggunakan dana tersebut, karena tidak semua pengeluaran yang jumlahnya kecil layak dibayarkan dengan menggunakan dana kas kecil. Tetapi ada perkiraan-perkiraan karena alasan tertentu tidak dibayarkan dengan kas kecil, walaupun jumlahnya relatif kecil.
Dalam sebuah perusahaan yang sudah besar, fungsi dana kas kecil sangatlah penting untuk menunjang kelancaran aktivitas dari perusahaan, karena setiap pengeluaran yang relatif kecil tidak efektif jika dilakukan dengan menggunakan cek disebabkan penarikan cek memebutuhkan waktu yang lama. Akan tetapi dengan adanya dana kas kecil semua pengeluaran tersebut dapat dilakukan dengan segera. Biasanya pengeluaran yang termasuk dalam dana kas kecil itu sifatnya pengeluaran rutin.

Adapun pengeluaran yang dilakukan dengan dana kas kecil adalah biaya-biaya:
- Biaya makan minum
- Biaya perlengkapan
- Biaya keperluan kantor
- Serta biaya-biaya lainnya.

Karena fungsinya yang demikian penting, maka pada perusahaan yang berukuran menengah besar, dana kas kecil ini sudah merupakan kebutuhan yang mutlak harus ada. Dapat dibayarkan betapa tidak efesiennya apabila dana kas kecil ini tidak disediakan anggarannya oleh perusahan tersebut, karena pada saat akan melakukan pengeluaran uang harus menunggu pencairan cek terlebih dahulu. Tapi kalau perusahaan tersebut menyediakan anggaran bagi dana kas kecil, maka setiap melakukan pengeluaran yang kecil-kecil tidak harus menunggu pencairan cek terlebih dahulu tetapi bisa langsung pembayarannya mengunakan dana kas kecil tadi.

Jumlah dana kas kecil yang tersedia ditangan juga tidak boleh terlalu besar jumlahnya, karena akan menyebabkan sejumlah dana yang menganggur dan juga dapat menimbulkan resiko kehilangan. Dengan adanya dana kas kecil yang jumlahnya sesuai kebutuhan, tentu aktivitas perusahaan dapat berjalan lancar.

Dalam mengelola dana kas kecil ada dua metode yang bisa digunakan yaitu Imprest Fund Method dan Fluctuation Method.
a. Imprest Fund Method
Pada sistem Imprest Fund, Baridwan ( 1992 ) mendefinisikan : ”Didalam sistem ini jumlah dana dalam rekening kas kecil selalu tetap, yaitu sebesar cek yang diserahkan kepada kasir kas kecil untuk untuk membentuk dana kas kecil ”
Berdasarkan penjelasan di atas maka dapat diperjelas bahwa pada sistem Imprest Fund jumlah dana kas kecil selalu konstan dan tidak berubah-ubah. Biasanya kas kecil ini diisi dengan sejumlash uang yang telah ditetapkan untuk keperluan pembayarn-pembayaran selama jangka waktu tertentu, misalnya satu minggu, dua minggu, ataupun sebulan. Bilamana jangka waktunya telah habis dan jumlah uang dalam kas kecil pun telah menipis, maka kas kecil diisi kembali dengan menarik dana dari kas besar sampai dengan jumlah dana yang telah ditetapkan besarnya. Untuk setiap pengisian kembali dana kas kecil, pemegagang kas kecil selalu melampirkan kas kecil serta bukti-bukti pendukungnya.
Walaupun secara teoritis ada dua sistem penggelolaan deana kas kecil, tetapi dalam kenyataanya hampir semua perusahaan yang telah membentuk dana kas, mengelolanya dengan sistem imprest dengan alasan untuk mempermudah pengawasan.
Dari penjelasan tersebut maka jelaslah bahwa dana kas kecil yang dikelola dengan sistem Imprest Fund menghasilkan beberapa keuntungan bagi pihak perusahaan yaitu untuk mempermudah pengawasan, perhitungan dan pertaggung jawaban (Accountabilities).


b. Fluctuation Method
Menurut Baridwan ( 1992 ) Fluctuation Method dikatakan ” Dalam sistem fluktuasi saldo rekening kas kecil tetap, tetapi berfluktuasi sesuai dengan jumlah pengisisan kembali dan pengeluran- pengeluaran dari kas kecil ”.
Dari definisi diatas maka dapat kita ambil kesimpulan bahwa Fluctuation Method merupakan suatu sistem penggeloalaan dana kas kecil yang saldo rekeningnya tidak tetap dan tergantung pada besar kecilnya pengeluaran yang terjadi untuk periode tertentu, misalnya dalam waktu dua minggu, sebulan dan sebagainya.
Pada sistem ini rekening kas kecil yang diselenggarakan harus menunjukkan saldo pada setiap saat sebesar jumlah dana kas kecil yang ada ditangan pemegang dana kas kecil.

Ada beberapa prosedur yang perlu dilakukan untuk melaksanakan dana kas kecil
a. Prosedur Pembentukan Dana Kas Kecil
Tahap pertama dalam menetapkan dana kas kecil adalah mentaksir jumlah dana yang diperlukan untuk kas kecil tersebut. Setelah jumlah ini ditentukan kita misalkan sejumlah Rp. 150.000,-, maka akan ditarik selembar cek untuk sejumlah dana tersebut dan dibuat pencacatan untuk dana kas kecil. Ayat jurnal yang harus dibuat adalah sebagai berikut:
Kas kecil Rp. 150.000,-
Kas/Bank Rp. 150.000,-
Pencacatan yang dilakukan pada sistem Imprest Fund dan pada sistem fluctuation adalah sama yaitu dengan mendebet kas kecil dan mengkredit perkiraan kas atau bank ( yang dimaksud kas di sini adalah kas besar ).
b. Prosedur Pengeluaran Dana Kas Kecil
Untuk pengeluaran-pengeluaran yang dilakukan dengan dana kas kecil perlu dibuat bukti pengeluaran kas kecil ( petty cash record ). Tabel 1-1 memperlihatkan contoh bukti pengeluaran kas kecil (petty cash voucher ). Tabel 1-2 memperlihatkan contoh kas kecil (petty cash record).

sumber : http://muttaqinhasyim.wordpress.com

Laporan Rekonsiliasi Bank

1. PENGERTIAN REKONSILIASI BANK

Rekonsilisi bank adalah suatu prosedur pengendalian terhadap kas di bank, dengan membandingkan catatan akuntansi kas menurut perusahaan. Secara periodik bank mengirimkan laporan berupa bank statement yang berisi semua transaksi penyetoran dan pengambilan oleh deposan (depositor) selama periode tertentu. Rekonsiliasi bank dilakukan untuk menunjukkan dan menjelaskan adanya perbedaan antara catatan kas menurut bank dan menurut perusahaan. Jika perbedaan dihasilkan dari transaksi yang belum dicatat bank, maka catatan perusahaan dianggap benar. Sebaliknya, jika perbedaan dihasilkan dari kesalahan dalam catatan perusahaan dan catatan bank, maka diperlukan penyesuaian.

2. Tujuan Rekonsiliasi Bank

Rekonsiliasi bank dilakukan dengan tujuan :
•    Menentukan saldo kas (bank) yang seharusnya disajikan dalam laporan keuangan (neraca).
•    Mengamankan kekayaan perusahaan dan mendeteksi kemungkinan adanya penyalahgunaan kas di bank.

Pada umumnya, perbedaan antara saldo kas menurut catatan perusahaan dan catatan bank disebabkan oleh 2 (dua) faktor, yaitu :

a. Perbedaan Waktu Pengakuan
•    Adanya setoran dalam perjalanan (deposit intransit), yaitu setoran yang dilakukan oleh perusahaan, tetapi pihak bank belum menerima, atau belum mengkredit rekening perusahaan. Akibatnya, saldo kas menurut bank terlalu rendah dibanding saldo kas yang benar.
•    Cek yang belum diuangkan (outstanding check), yaitu cek yang dikeluarkan oleh perusahaan sebagai tanda pembayaran kepada pihak lain, tetapi pihak penerima belum menguangkan cek tersebut ke bank. Akibatnya bank belum mengetahui adanya pengeluaran oleh perusahaan, sedang perusahaan sudah mencatat adanya pengeluaran. Akibatnya saldo kas menurut bank terlalu besar dibandingkan dengan saldo kas yang benar.
•    Tagihan piutang perusahaan yang dilakukan oleh bank (bank collections) tetapi pihak perusahaan belum menerima memo kredit dari bank. Akibatnya saldo kas menurut perusahaan terlalu rendah dibanding saldo kas yang benar.
•    Biaya bank (bank charge)yang telah didebitkan ke rekening perusahaan di bank, tetapi perusahaan belum menerima surat pemberitahuan dari bank. Akibatnya, saldo kas menurut perusahaan terlalu besar dibanding saldo kas yang benar.
•    Adanya cek kosong atau dana kurang, yaitu cek yang diterima oleh perusahaan dari langganannya sebagai penerimaan kas, tetapi setelah disetorkan ke bank ternyata cek tersebut tidak ada dananya atau kurang. Karena perusahaan telah mencatat cek tersebut sebagai penerimaan, saldo kas menurut perusahaan terlalu besar dibanding saldo kas yang benar.

b. Kesalahan Pencatatan oleh Bank atau oleh Perusahaan
Kesalahan pencatatan yang terjadi pada bank atau pada perusahaan. Akibat yang terjadi karenakesalahan ini berbeda-beda tergantung pada jenis kesalahan yang ada.

3. Format rekonsiliasi bank

Format rekonsiliasi bank dipengaruhi oleh tujuan rekonsiliasi dilaksanakan. Berdasarkan tujuan rekonsiliasi, ada dua bentuk rekonsiliasi bank
:
a. Rekonsiliasi saldo bank dan saldo perusahaan untuk mendapatkan saldo yang harus dilaporkan. Bentuk ini terdiri atas dua seksi, yaitu:
•    seksi saldo per laporan bank
•    seksi saldo per buku.
b. Rekonsiliasi ini dapat dimulai dengan melakukan rekonsiliasi saldo menurut bank beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya, kemudian diikuti dengan saldo menurut perusahaan atau sebaliknya.

c. Rekonsiliasi saldo bank ke saldo perusahaan atau sebaliknya. Rekonsiliasi ini disiapkan untuk mengidentifikasi berbagai faktor yang menyebabkan perbedaan tersebut.

sumber : http://tonymisye.blogspot.com